Cara Mencegah Mastitis Saat Nifas

by - May 13, 2016

Blog dr.Dini - Pengetahuan mengenai cara mencegah dan menangani mastitis saat nifas sangat penting kita ketahui, mengingat mastitis , atau yang biasa kita kenal dengan radang payudara, sering kali terjadi pada beberapa dari kita saat nifas.

mastitis, mastitis saat nifas

Mastitis ini sering kali merupakan komplikasi dari proses menyusui bayi. Jika bunda menyusui tidak mengetahui apa saja cara mencegah timbulnya mastitis ketika menyusui, maka mastitis ini bisa saja akan terjadi karena faktor ketidaktahuan.

Perlu dibedakan antara mastitis dengan breast engorgement. 

Breast engorgement adalah pembesaran payudara yang diikuti dengan rasa nyeri, rasa panas, dan timbul kemerahan pada area payudara akibat adanya penumpukan ASI. Breast engorgement terjadi biasanya setelah hari ketiga sampai hari kelima masa nifas.

Breast engorgement biasanya terjadi karena produksi ASI sudah cukup melimpah namun bayi yang baru dilahirkan kurang aktif menyusu. Atau adanya halangan pada saluran ASI misalnya gumpalan ASI yang menghalangi keluarnya ASI dari payudara.

Sedangkan mastitis adalah infeksi payudara akibat adanya bakteri yang menginvasi payudara. Bakteri penyebab mastitis adalah Streptokokus, Stafilokokus aureus, dan Haemophilus parainfluenzae.

Lalu, bagaimana cara mencegah mastitis saat nifas?

1. Mencuci Tangan dengan Sabun Antiseptik

Invasi bakteri penyebab mastitis dapat berasal dari tangan bunda yang mengandung kuman. Karena itu, cucilah tangan sebelum dan sesudah menyusui bayi.

Ketika menyusui bayi, bukan tidak mungkin tangan kita terkena tetesan ASI. Tetesan ASI yang menempel dan mengering di tangan kita akan menjadi sumber makanan bagi kuman.

Saat kita akan menyusui bayi lagi, jika bunda tidak mencuci tangan, bakteri yang tumbuh di tangan bunda akan dapat berpindah pada bayi atau payudara bunda.

Karena itu, meskipun terkesan sepele, cuci tangan dengan sabun antiseptik sangatlah penting.

2. Berikan ASI Setiap Saat Bayi Menginginkannya

Meskipun bunda kelelahan karena baru melahirkan, namun sebisa mungkin, berikanlah ASI pada bayi setiap saat bayi membutuhkannya. Jangan menunda beberapa waktu, karena hal ini akan menyebabkan penumpukan ASI dalam payudara.

Penumpukan ASI atau breast engorgement ini dapat menjadi awal terjadinya mastitis bila disertai dengan invasi bakteri.

Jika bayi sebentar-sebentar tertidur saat minum ASI, bangunkanlah bayi dengan menepuk pipinya perlahan-lahan agar ia memulai untuk minum ASI kembali sampai ia kenyang.

3. Jaga Kebersihan Area Puting Susu

Setelah bunda menyusui bayi, oleskan beberapa tetes ASI di area puting untuk mencegah terjadinya luka lecet yang dapat menjadi pintu masuk kuman penyebab mastitis. Namun setelah tetesan ASI itu meresap, kira-kira beberapa menit, cucilah payudara dengan air.

Untuk membersihkan payudara setelah menyusui ini cukup dengan air saja dan tidak diperlukan menggunakan antiseptik seperti misalnya alkohol.

Alkohol dapat membuat kulit kering yang justru dapat menimbulkan keretakan kulit akhirnya kuman penyebab mastitis dapat masuk melalui kulit yang retak tersebut.

4. Posisikan Bayi dengan Benar Saat Memberikan ASI

Ketika memberikan ASI, posisikan mulut bayi dengan baik, yaitu bagian areola puting susu harus masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi. Cara ini dilakukan agar tidak timbul perlukaan di area puting susu.

5. Kompres Air Hangat dan Masase

Jika breast engorgement timbul akibat penumpukan ASI, lakukan kompres air hangat pada payudara yang membengkak, sambil me-masase area yang meradang dengan lembut. Ini dilakukan agar gumpalan ASI dapat mencair dan peredaran ASI dapat berjalan lancar.

6. Konsumsi Banyak Air Putih

Untuk aktivitas sehari-hari, kita membutuhkan paling tidak 8-10 gelas air setiap hari. Namun, untuk ibu menyusui, minumlah air setiap anda merasa haus. Tidak mengapa melebihi 8-10 gelas sehari ketika bunda menyusui, kecuali pada penyakit tertentu yang memerlukan pembatasan masukan cairan.

Konsumsi banyak air putih juga membantu memperlancar aliran ASI sehingga kemungkinan terjadinya breast engorgement yang dapat memicu mastitis dapat dicegah.

Demikianlah cara mencegah mastitis saat nifas. 

Semoga bermanfaat.








You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.