Berbagai Masalah Gigi Anak

by - May 26, 2016


gigi anak, masalah gigi


Blog dr.Dini - Dalam masa perkembangannya, bisa saja terjadi berbagai masalah pada gigi anakmisalnya gigi susu yang biasanya tumbuh pada saat bayi berumur 6 bulan bisa saja mengalami keterlambatan, masalah gigi berlubang karena anak terlalu banyak makan permen, atau masalah-masalah gigi anak lainnya.

Berikut ini berbagai masalah gigi anak yang mungkin dapat dialami oleh buah hati Anda.

1. GIGI SUSU TERLAMBAT TUMBUH

Pada anak yang gigi susunya terlambat tumbuh, sebagian besar bukan merupakan pertanda penyakit serius. Keterlambatan pertumbuhan gigi anak dapat disebabkan berbagai hal yang secara umum tidak mempengaruhi perkembangan dan kecerdasan anak.

Namun, salah satu penyebab gigi anak lambat tumbuh misalnya kurang gizi, memang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak akibat kekurangan gizinya.

Biasanya gigi susu yang terlambat tumbuh akibat kekurangan gizi disertai dengan tanda-tanda kekurangan gizi yang lain seperti berat badan anak tidak sesuai umurnya (terlalu kurus) dan lemah. Zat gizi yang mempengaruhi pertumbuhan gizi terutama kalsium dan vitamin D.

Selain karena kurang gizi, gigi susu terlambat tumbuh bisa disebabkan karena faktor keturunan/genetik. Bahkan pernah dijumpai seorang anak yang baru tumbuh gigi saat usia 1,5 tahun akibat faktor keturunan ini.

Terdapat suatu kelainan bernama Displasia Ektodermal. Kelainan ini disebabkan karena faktor keturunan di mana keluhan pertama kali yang disadari adalah gigi susu anak tak kunjung tumbuh sampai usia 14 bulan.

Gejala lain dari kelainan Displasia Ektodermal ini adalah anak tidak bisa berkeringat, demam, dan wajah datar tanpa ekspresi. Jika Anda menemukan gejala ini, segera hubungi Dokter Anak. Namun, kelainan ini sangat jarang terjadi.

Penyebab lain tertundanya pertumbuhan gigi pada anak adalah karena penyakit hormon yang diderita anak, yaitu penyakit hipertiroid. Saat anak menderita penyakit hipertiroid, maka berbagai masalah yang menyangkut perkembangannya bisa saja terjadi.

Gejala penyakit hipertiroid pada anak selain keterlambatan pertumbuhan gigi susu adalah keterlambatan kemampuan anak untuk dapat berjalan, keterlambatan berbicara, dan kelebihan berat badan.

Kapan gigi susu dikatakan terlambat tumbuh?

Gigi susu disebut terlambat tumbuh jika usia anak sudah mencapai 13 bulan namun satupun gigi susu belum tumbuh juga. Saat ini, Anda perlu berkonsultasi pada Dokter Anak.

2. GIGI BERLUBANG

Mengapa gigi anak berlubang ?

Faktor risiko gigi anak mudah berlubang adalah kurangnya kebersihan gigi akibat jarang sikat gigi, terlalu banyak makan gula (permen), dan kekurangan vitamin D dan kalsium sehingga gigi mudah keropos dan akhirnya berlubang.

Gigi berlubang dalam bahasa medis disebut caries dentis disebabkan karena infeksi bakteri. Jika tidak dirawat dengan melakukan penambalan, lubang gigi ini akan membesar dan semakin dalam.

Jika lubang gigi sudah membesar dan dalam, maka kerusakan gigi dapat mencapai saraf gigi yang menimbulkan gejala nyeri atau ngilu saat tertekan makanan. Akibatnya anak bisa menjadi tidak nafsu makan karena perasaan nyeri akibat gigi berlubang.

Gigi berlubang lama kelamaan akan menjadi jaringan gigi yang 'mati' biasanya ditandai dengan gigi berlubang berwarna hitam. Pada keadaan ini, infeksi gigi dapat berlanjut ke gusi dan menimbulkan abses gigi (tertanamnya nanah di gusi akibat infeksi gigi yang telah menjalar ke gusi).

Proses terjadinya gigi berlubang adalah ketika anak makan makanan yang mengandung gula secara berlebihan misalnya permen, coklat, dan es krim. Jika anak tidak segera sikat gigi, maka gula akan menempel pada gigi untuk kemudian membentuk plak.

Plak mengandung bakteri yang akan memproduksi zat asam. Zat asam ini akan mempengaruhi email gigi yang lama kelamaan akan membuat gigi menjadi keropos dan akhirnya berlubang.

Jika gigi susu buah hati Anda sudah terlanjur berlubang, maka jangan biarkan giginya seperti itu tanpa perawatan dari Dokter Gigi. Gigi susu tetap sangat penting walaupun toh nanti akan digantikan juga dengan gigi tetap (permanen).

Namun gigi susu yang rusak dan tidak mendapatkan pengobatan, biasanya akan menyebabkan masalah pertumbuhan gigi tetapnya nanti. Karena gigi susu adalah panduan tumbuhnya gigi tetap.

Maka, segera hubungi Dokter Gigi agar gigi si Kecil yang berlubang bisa cepat mendapatkan pengobatan.

Tips mencegah gigi keropos adalah ;
  1. Sikat gigi teratur, minimal 2x sehari saat buah hati Anda sudah mulai tumbuh gigi.
  2. Gunakan pasta gigi anak yang mengandung flouride yang dapat mencegah pengeroposan gigi.
  3. Batasi konsumsi gula seperti permen, coklat, es krim, dan minuman bersoda.
3. AKAR GIGI SUSU MASIH TERTINGGAL

Anak yang terbiasa minum susu botol sampai usia lebih dari 2 tahun, terlebih lagi jika minum susu merupakan aktivitas pengantar tidur baginya, umumnya akan mengalami karies rampan.

Karies rampan adalah suatu keadaan di mana mahkota gigi rusak dan hanya tertinggal akar giginya saja di dalam gusi. Jika Anda mendapati karies rampan pada buah hati Anda sebaiknya segera membawa si Kecil ke Dokter Gigi agar karies rampan segera dicabut.

Karies rampan jika dibiarkan sampai usia di mana gigi tetap anak akan tumbuh, yaitu usia sekitar 6 tahun, akan menghalangi gigi tetap yang akan erupsi, sehingga gigi tetap akan tumbuh miring, maju, atau mundur (tidak beraturan)

Selain itu, karies rampan berpotensi menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan kuman yang bisa menyebar ke gusi menyebabkan abses (tertanamnya nanah di gusi). Abses gusi ditandai dengan gusi yang membengkak, tampak karies rampan, dan mulut yang berbau.

Abses gusi jika tidak segera mendapatkan pengobatan antibiotika akan memicu penyebaran infeksi kuman ke organ-organ yang lebih jauh melalui aliran darah. Organ yang dapat terinfeksi akibat abses gusi yang tidak diobati adalah ginjal, jantung, dan otak.

4. LETAK GIGI TERLALU MAJU/TONGGOS

Gigi yang tonggos kebanyakan disebabkan karena kebiasaan mengempeng. Anak dengan kebiasaan buruk seperti menghisap jari, menghisap bibir bawah, menghisap dot lebih berisiko memiliki gigi tonggos.

Tingkat keparahannya tergantung pada berapa lama anak mempunyai kebiasaan tersebut. Jika kebiasaan buruk ini segera dihentikan, masih ada kesempatan gigi akan baik kembali ke posisi semula.

Namun semakin lama anak mengempeng, semakin sulit memperbaiki posisi gigi dengan sendirinya. Sehingga untuk memperbaiki posisi gigi diperlukan perawatan khusus misalnya perawatan ortodonti.

Kawat gigi adalah perawatan ortodonti yang bertujuan untuk mengoreksi letak gigi yang tonggos, terlalu jarang, atau terlalu rapat (menumpuk).

5. GIGI TIDAK RATA

Gigi anak yang tidak rata biasanya terjadi akibat tidak adanya ketidakseimbangan antara besarnya rahang yang akan menampung gigi dengan ukuran dan jumlah gigi yang tumbuh pada rahang tersebut.

Ketidaksesuaian rahang dengan ukuran dan jumlah gigi ini menyebabkan gigi tidak rata, bertumpuk (gigi berjejal karena kekurangan tempat), atau impaksi (gigi tidak dapat muncul ke permukaan, sebaliknya gigi malah tumbuh di dalam gusi).

Ketidaksesuaian bentuk rahang yang besar dengan ukuran gigi yang kecil dapat membuat penampakan gigi menjadi renggang-renggang dan tidak rata.

Penyebab ketidaksesuaian rahang dengan ukuran dan jumlah gigi ini bisa disebabkan oleh karena faktor genetis dan faktor kebiasaan pola makan. Kebiasaan makan daging akan membentuk rahang yang besar sementara kebiasaan makan makanan empuk membentuk rahang yang kecil.

Selain karena faktor genetik dan kebiasaan makan, penyebab gigi menjadi tidak rata adalah karena masih tertinggalnya akar gigi susu di dalam gusi. Sehingga akar gigi yang tertinggal dalam gusi tersebut menghalangi jalan gigi tetap yang mau tumbuh.

Akibat gigi tetap tumbuh dengan posisi miring atau di luar posisi yang normal dengan berjejal dengan gigi susu yang harusnya sudah tanggal. Posisi gigi seperti ini membuat makanan mudah terjebak dan sulit dibersihkan sehingga memudahkan gigi menjadi karies.

Inilah berbagai masalah gigi anak yang bisa terjadi di masa-masa perkembangannya.

Semoga bermanfaat.





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.