Tukak Peptik : Faktor Risiko dan Cara Mengatasinya

by - April 11, 2016

penyakit lambung ulkus peptikum

Blog dr.Dini - Bunda, sudah pernah mendengar istilah tukak peptik ? Tukak peptik, atau yang disebut sebagai ulkus peptikum atau tukak lambung adalah penyakit akibat rusaknya lapisan mukosa, submukosa, sampai otot saluran cerna karena aktivitas asam lambung dan pepsin yang tinggi melukai lambung dan akibat bakteri Helicobacter pylori. 


Asam lambung yang tinggi dapat pula melukai dinding esofagus (saluran pencernaan di atas lambung), yang merupakan pipa menelan untuk transportasi makanan dan minuman dari mulut sampai ke lambung. Asam lambung yang tinggi juga dapat melukai duodenum (usus 12 jari).
Tukak akut biasanya dapat sembuh sendiri, multipel (lebih dari satu), dan dangkal (lapisan superfisial saja). Sedangkan Tukak kronik biasanya tunggal, dalam, menimbulkan gejalà berarti, dan tidak bisa sembuh sendiri, bila sembuh menimbulkan bekas luka (jaringan parut).

Jaringan parut ini pada esofagus makin lama menyebabkan penyempitan saluran esofagus (striktur esophagus) yang menyebabkan kesulitan untuk menelan makanan (disfagia).

Bila Bunda mengalami tukak peptik, inilah tanda-tandanya kapan harus segera ke rumah sakit atau dokter keluarga :

1. Rujukan ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam subbagian saluran cerna ( dr.SpPD KGEH).

2. Bunda merasakan nyeri perut bagian atas, khususnya pada saat makan, sebelum makan, atau pada malam hari.

3. Nyeri lambung biasanya membaik beberapa saat setelah makan.

4. Muntah darah segar atau makanan bercampur bercak-bercak warna coklat kehitam-hitaman seperti bubuk kopi.

5. BAB berdarah, BAB berwarna hitam.

Faktor risiko tukak peptik yaitu :

  1. tembakau (rokok), 
  2. minuman beralkohol, 
  3. stress, 
  4. obat-obatan, misalnya kortikosteroid, aspirin, asam asetil salisilat, beberapa obat antihipertensi, dan obat nonsteroid antiinflamasi,
  5. kopi (kafein), dan 
  6. faktor genetik.
Pemeriksaan ulkus peptikum ini dilakukan dengan alat esophagogastroduodenoscopy (endoscopy).

Dokter akan memasukan semacam pipa kecil yang elastis ke dalam mulut, masuk untuk melihat keadaan dinding esofagus, lambung, dan usus duodenum.

Di bagian ujung pipa tersebut terdapat kamera dan lampu kecil lalu Dokter akan melihat keadaan saluran pencernaan pasien melalui monitor TV berwarna.

Endoskopi ini bukan hanya berfungsi untuk melakukan pemeriksaan, namun dapat berfungsi untuk melakukan terapi perdarahan saluran cerna, dan juga dapat mengambil contoh jaringan saluran cerna untuk memeriksa apakah bakteri Helicobacter pylori berperan pada timbulnya ulkus peptik tersebut.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.




You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.