Tipa Mengatasi HIPOKALEMIA

by - April 15, 2016

hipokalemia
Web Bunda - Kekurangan kalium atau hipokalemia adalah suatu keadaan di mana kadar kalium darah kurang dari 3,5 mEq/L .

Komplikasi paling serius dari kondisi hipokalemia adalah henti jantung, dan lebih mudah terjadi pada penurunan kalium berlangsung sangat cepat .

Perlu diingat bahwa hipokalemia yang telah berlangsung lama, dapat timbul tanpa gejala, sehingga dapat mengancam jiwa jika penurunan kalium bertambah berat.

 Tanda-tanda hipokalemia yang dapat timbul adalah sbb :
  1. Gejala awal tidak jelas, biasanya hanya lelah, "tidak enak badan". Otot-otot seluruh tubuh terasa melemah dan kesemutan.
  2. Otot-otot pernapasan lemah dan pernapasan dangkalpada hipokalemia berat dan lanjut.
  3. Tidak nafsu makan, mual, muntah, kembung (distensi abdomen), tidak bisa buang angin dan buang air besar akibat berkurangnya motilitas usus besar (ileus paralitik).
  4. Timbul tekanan darah rendah terutama saat berdiri (hipotensi postural), penderita dapat merasa pusing, berkunang-kunang, bahkan dapat pingsan ketika berdiri. 
  5. Disritmia jantung dan terjadinya perubahan pada hasil EKG merupakan tanda penting hipokalemia. 
  6. Jumlah urin meningkat, terutama pada malam hari.(Poliuria, nokturia)
   Cara mencegah terjadinya komplikasi akibat hipokalemia adalah mengoreksi kalium yang kurang dan mengobati keadaan yang bisa menimbulkan hipokalemia.
  • Mengoreksi Kalium Yang Rendah
  1. Makanan kaya kalium : buah-buahan terutama pisang, kismis, dan jeruk, jus buah, daging, susu, tomat segar, kentang, dan polong-polongan.
  2. Garam suplemen pilihan yaitu kalium klorida
  3. Pada kasus yang berat, kalium diberikan per infus dalam larutan non dekstrosa.
  • Mengobati Keadaan Yang Menyebabkan Hipokalemia. Berikut adalah kondisi yang menimbulkan hipokalemia :
  1. Asupan kalium yang kurang dari makanan, kelaparan, hanya makan roti panggang dan teh sehari-harinya, alkoholisme.
  2. Kehilangan kalium melalui saluran cerna misalnya muntah berkepanjangan tanpa pengobatan yang tepat, diare, penggunaan obat melancarkan buang air besar (laksatif) kronis.
  3. Kehilangan kalium melalui ginjal misalnya dengan pengobatan hipertensi diuretik (tiazid, furosemid), beberapa penyakit ginjal, tahap penyembuhan dari luka bakar berat, antibiotika ( karbenisilin, aminoglikosida), menelan tembakau kunyah (mengandung licorice dalam jumlah besar), dan kekurangan Magnesium.
  4. Orang yang berkeringat banyak karena penyesuaian terhadap panas.
  5. Pasien diabetes mellitus dengan ketoasidosis yang diobati dengan insulin dan glukosa tanpa tambahan kalium.
Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

*Sumber : Gangguan Volume, Osmolalitas, dan Elektrolit Cairan oleh Lorraine.M.Wilson, RN, PhD
                pathophysiology : Clinical Concepts of Disease Processes Book 6/e, 2003

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.