Penderita Diabetes Mellitus Rentan Sakit Jantung. Inilah Alasannya.

by - April 14, 2016

sakit jantung, diabetes, denyut jantung

Blog dr.Dini - Bunda, penyakit jantung koroner masih menempati peringkat yang tinggi dalam pelayanan kesehatan setelah penyakit infeksi dan gizi.

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung akibat penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri yang menuju jantung. Akibat penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah maka pembuluh darah menjadi sempit.

Penyempitan ruang pembuluh darah jantung menyebabkan berkurangnya aliran darah yang memasok nutrisi dan oksigen untuk jantung.

Akibatnya jantung kekurangan nutrisi yang diperlukannya dan kekurangan oksigen. Jantung dapat mengalami Angina pectoris , yang ditandai dengan nyeri dada hebat, hingga dapat membuat seseorang jatuh pingsan.

Atau dapat terjadi serangan jantung (Myocardial Infarction) akibat jantung kekurangan oksigen dan nutrisi tersebut.



Faktor yang menjadi risiko penyakit jantung koroner yang utama adalah:
  1. Rokok
  2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Dislipidemia (kadar kolesterol jahat tinggi)
Selain faktor utama di atas, ternyata penyakit diabetes mellitus juga sangat berpengaruh terhadap timbul penyakit jantung koroner.

Diabetes mellitus tidak secara langsung mempengaruhi penyempitan dinding pembuluh darah. Namun diabetes mellitus berpengaruh pada peningkatan kadar lemak darah berupa kenaikan Trigliserida dan penurunan kolesterol baik HDL.

Sebuah penelitian autopsi, Waller BF, Palumbo PJ, Roberts WC tentang Status of The Coronary Arteries at Necropsy in Diabetes Mellitus with Onset after 30 years, membandingkan jantung 229 pasien diabetes dengan jantung orang yang meninggal bukan karena diabetes.

Hasil penelitian itu menemukan bahwa pada diabetes terjadi penyempitan pembuluh darah jantung terutama Arteri Koronaria kiri.

Pada penelitian lain dengan teknik Angiografi koroner post mortem juga ditemukan bahwa penyakit jantung koroner lebih banyak pada diabetes mellitus dibandingkan dengan non diabetes mellitus.

Waspadai diabetes melitus dengan mengontrol kadar gula darah Bunda secara rutin. Bahkan Bunda dapat mengecek kadar gula darah sendiri di rumah misalnya dengan alat cek gula darah

Seseorang positif Diabetes Melitus jika :
  1. Kadar gula darah puasa > 126 mg/dl,
  2. Kadar gula darah 2 jam setelah makan > 200 mg/dl,
  3. Kadar gula darah sewaktu >200 mg/dl
Jika Bunda sudah positif Diabetes , jangan khawatir, diabetes mellitus dapat dikontrol. Jika kadar gula darah terkontrol, maka terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner, dapat dihindari.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.