Kehamilan Di Luar Kandungan

by - April 19, 2016

kehamilan di luar kandungan

Web Bunda - Bunda, pasti pernah mendengar istilah kehamilan di luar kandungan. Kehamilan di luar kandungan dalam bahasa medis disebut kehamilan ektopik. 

Jika sudah menimbulkan gejala berupa nyeri perut yang teramat sangat, demam, penurunan tekanan darah sampai sang bunda sering jatuh pingsan, muntah-muntah, dan perdarahan, maka kehamilan ektopik ini disebut sebagai kehamilan ektopik terganggu (KET).


Saat Bunda melakukan test pack dengan hasil yang positif hamil, maka terdapat dua kemungkinan bahwa kehamilan terjadi di dalam rahim atau di luar rahim. Cara untuk mengetahui apakah kehamilan terjadi dalam kandungan atau di luar kandungan adalah dengan melakukan pemeriksaan USG.

USG transabdominal pada usia kehamilan 5-6 minggu kadang belum jelas terlihat, namun dengan menggunakan USG transvaginal dapat terlihat jelas apakah terdapat kehamilan di luar kandungan atau tidak.

Bunda, angka kejadian kehamilan di luar kandungan ini berkisar 1 : 80-150 kehamilan. Angka kejadian kehamilan di luar kandungan ini meningkat terkait adanya perilaku pergaulan bebas yang meningkatkan penyakit menular seksual.

Alasan mengapa bisa berkaitan antara penyakit menular seksual dengan kehamilan di luar kandungan adalah bahwa adanya penyakit menular seksual dapat menyebabkan perlengketan akibat proses peradangan yang terjadi dalam organ reproduksi, dalam hal ini adalah perlengketan dalam saluran telur (tuba falopii).

Saat pembuahan terjadi di saluran telur, maka embrio (hasil pembuahan) yang terbentuk akan di'sapu' oleh fimbriae (rambut getar) yang menempel pada dinding-dinding saluran telur agar embrio bergerak, berjalan menuju ke rongga rahim.

Namun, pada perlengketan saluran telur akibat adanya infeksi penyakit menular seksual, proses 'penyapuan' oleh fimbriae ini tidak berjalan sempurna, akhirnya hasil pembuahan (embrio) berkembang di dalam saluran telur.

Hal ini juga menjelaskan mengapa kehamilan di luar kandungan terjadi paling banyak di dalam saluran telur. Selain di dalam sel telur, kehamilan di luar kandungan juga dapat terjadi pada indung telur (ovarium), serviks uteri, atau dinding perut (omentum).

Meskipun diketahui adanya keterkaitan antara penyakit menular seksual dengan peningkatan terjadinya kehamilan di luar kandungan, namun penyebab pasti timbulnya kehamilan di luar kandungan ini belum dapat diketahui.

Penyakit menular seksual hanyalah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kehamilan di luar kandungan. Selain perlengketan saluran telur, terdapat faktor risiko lain yang dapat menyebabkan terjadinya kehamilan di luar kandungan, di antaranya sbb.
  1. Endometriosis,
  2. Tumor rahim,
  3. Pil kontrasepsi yang hanya mengandung progestin,
  4. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)/IUD/Spiral,
  5. Merokok,
  6. Riwayat keguguran berulang, dan
  7. Hamil dalam usia tua. 
Biasanya bunda yang hamil di luar kandungan tidak menyadarinya sehingga kebanyakan mereka datang dalam keadaan emergensi (gawat darurat).

Keadaan gawat darurat akibat kehamilan di luar kandungan ini terjadi saat embrio beserta jaringan penyokongnya (bakal plasenta) berkembang semakin besar di dalam saluran telur. Saluran telur tidak mampu menahan desakan janin yang makin lama makin besar, akhirnya saluran telur ini pecah (abortus tuba), dan menimbulkan perdarahan hebat.

Kehamilan di luar kandungan biasanya harus ditangani dengan pembedahan. Apakah selalu kehamilan di luar kandungan ini harus ditangani dengan pembedahan ? Jawabannya tidak selalu.

Jika saat hasil test pack Bunda positif, maka segera melakukan pemeriksaan ke DSOG, yang mungkin saat ini akan langsung dilakukan pemeriksaan USG, untuk mengetahui bahwa kehamilan terjadi di dalam rahim.

Jika terjadi kehamilan di luar kandungan dan hal ini diketahui awal sekali, maka Bunda akan segera mendapat penanganannya sebelum terjadi kehamilan ektopik terganggu atau sebelum terjadi kegawatdaruratan.

Pada awal kehamilan saat kadar hormon beta-HCG masih sangat rendah, kantung kehamilan kecil, dan keadaan saluran telur masih baik (belum pecah), dapat dilakukan injeksi obat metotreksat oleh DSOG, dengan harapan bahwa janin yang tumbuh dalam saluran telur dapat terserap dengan sendirinya oleh tubuh, dalam hal ini tidak perlu dilakukan pembedahan jika metode ini berhasil.

Wacana kehamilan di luar kandungan ini pasti membuat bergidik bagi bunda yang membacanya, tak terkecuali Saya sendiri. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT, ya, Bunda. Amin.

Semoga bermanfaat. 







You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.