Info Tentang Kanker Paru

by - April 10, 2016

kanker paru, rokok, wanita merokok

Blog dr.Dini - Bunda, simak yuk info tentang kanker paru berikut ini.


1. Kanker paru adalah jenis kanker yang banyak ditemukan. Pada tahun 2008 tercatat 1,4 juta kematian di dunia akibat kanker paru dan 1,61 juta orang kasus baru kanker paru. 

2. Sebelum rokok berkembang, angka kejadian kanker paru jarang. Kasus kanker paru yang pertama dilaporkan pada tahun 1761.


3. Kanker paru adalah semua penyakit keganasan dalam paru mencakup keganasan dari dalam paru itu sendiri (kanker primer) atau yang berasal dari luar paru (metastasis/kanker organ yang lain yang telah menyebar ke paru).

4. Selain perokok dan perokok pasif, faktor risiko kanker paru adalah genetik (keturunan), asbes, radiasi, radon, dan zat-zat kimia yang berbahaya.

5. Zat karsinogenik (penyebab kanker) pada rokok akan mengiritasi sel-sel paru, dan konsumsi rokok yang berulang-ulang menyebabkan proses peradangan kronis pada paru yang mengakibatkan terjadinya proses perubahan sel paru normal menjadi sel kanker (metaplasia, diplasia).

6. Gejala kanker paru dapat 

6.1 intrapulmonal (karena proses dalam paru yang terkena kanker), 
6.2 intratorakal ekstrapulmonal ( karena kanker yang menyerang paru juga mempengaruhi keadaan paru sebelahnya dan organ lain di dalam rongga dada),
6.3 ekstratorakal non metastatik (karena pembesaran organ paru yang terkena kanker juga mempengaruhi organ lain di luar paru misalnya karena desakan,
6.4 ekstratorakal metastatik ( karena penywbaran kanker stadium IV ke organ lain).

7. Gejala intrapulmonal akibat kanker paru yaitu :

#  Batuk lama atau berulang , batuk lebih dari 2 minggu. Batuk lebih dari 2-3 minggu ini merupakan gejala yang patut diwaspadai terutama pada golongan risiko tinggi, misalnya perokok.
#  Batuk darah akibat timbulnya perlukaan pada paru yang dapat terjadi pada 6-51% kasus kanker paru.
#  Nyeri dada yang biasanya hanya sebelah (unilateral), tidak berbatas tegas (penderita tidak yakin di mana letak nyeri itu dalam rongga dada). Nyeri dada dapat terjadi pada 42-67% kasus kanker paru.
#  Sesak napas, dapat disebabkan oleh tumornya sendiri, desakan tumor pada trakea dan bronkus utama (saluran pernapasan yang terletak lebih di atas paru) yang dapat membuat paru sebelahnya sulit untuk mendapatkan oksigen atau aliran darah sehingga menyebabkan paru sebelahnya itu mengecil dan berkurang fungsinya (atelektasis). Gejala yang timbul di luar paru yang terkena kanker paru ini akibat desakan termasuk gejala intratorakal ekstrapulmonal.

8. Gejala intratorakal ekstrapulmonal selain atelektasis tadi, yaitu :

#  Paralisis (kelumpuhan) diafragma akibat penekanan N.Frenicus (saraf) akibatnya terjadi peninggian letak diafragma.
#  Paralisis chorda vocalis (pita suara) akibat penekanan N.Recurrens yang mengakibatkan suara serak (disfonia).
#  Disfagia (kesulitan menelan) akibat penekanan pada saluran pencernaan bagian atas (esofagus) dan dapat terjadi malignant esophagea respiratory fistula (timbulnya saluran yang menghubungkan saluran pencernaan bagian atas dan saluran pernafasan, namun kasus ini sangat jarang).
#  Sindroma Vena Kava Superior akibat penekanan kanker paru terhadap pembuluh darah besar yang melalui jantung, menimbulkan gejala pembendungan pembuluh darah balik pada dinding dada (vena kolateral), wajah, leher, dan kedua tangan terlihat sembab.

9. Gejala ekstratorakal non metastatik

#  Dapat bermanifestasi sebagai gejala neuromuskuler (saraf dan otot), endokrin metabolik (hormon), jaringan ikat dan tulang, darah dan pembuluh darah ( hematologik dan vaskuler) yang semakin kompleks.

10. Gejala ekstratorakal metastatik adalah gejala akibat kanker paru stadium IV yang sudah menyebar ke organ lain. Gejala yang ditimbulkannya sesuai gangguan pada organ mana yang terkena.

11. Deteksi dini pada golongan risiko tinggi dapat dilakukan, misalnya pada :

- laki-laki, umur lebih dari 40tahun, perokok
- terpapar zat kimia industri
- terdapat satu atau lebih gejala batuk darah, batuk kronik, sesak napas, nyeri dada, dan berat badan menurun.
- riwayat anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru
- perempuan perokok pasif

Di indonesia kasus kanker paru biasanya baru terdiagnosis setelah kanker paru stadium IV. Harusnya kesadaran masyarakat lebih ditingkatkan untuk melakukan deteksi dini ini agar penanganan kanker paru dapat berbuah manis bila ditemukan pada saat kanker paru masih dalam stadium awal. 

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Narasumber : dr. Sri Melati Munir, Sp.P(K)
Simposium Update Lung Cancer pada PIR ke-6 Pekan Baru

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.