Diet Vegetarian yang Seimbang

by - April 11, 2016

sayuran, vegetarian

Blog dr.Dini - Bunda, Sekitar 9 Juta orang Amerika (sekitar 4% dari populasi AS) saat ini mengkonsumsi makanan vegetarian.

The American Dietetic Association dan The Food and Nutrition Board dari The National Research Council mempertimbangkan vegetarianisme yang seimbang agar kecukupan gizi bisa terpenuhi.

Kelompok yang memilih diet vegetarian total atau strict vegetarian , yaitu kelompok yang tidak makan makanan produk hewani, dan hanya memakan produk tumbuhan, memiliki risiko paling besar untuk mengalami malnutrisi, terutama pada bayi, anak yang masih dalam masa pertumbuhan, bunda hamil, dan bunda menyusui.



Masalah malnutrisi ini terkait dengan pencapaian kecukupan kalori yang dibutuhkan pada bayi, anak, bunda hamil, dan bunda menyusui .

Asupan kalori yang tidak cukup akan menyebabkan gangguan pertumbuhan. Untuk mengantisipasi makanan yang nilai kerapatan kalorinya rendah, biasanya diperlukan peningkatan jumlah asupan makanan tersebut.

Pada bayi, anak, dan bunda hamil serta menyusui dengan diet vegetarian yang tidak terlalu ketat, atau biasa disebut semi vegetarian atau vegetarian parsial, biasanya masalah malnutrisi ini jarang terjadi. Bahkan mungkin diet semivegetarian ini dapat mencegah penyakit kronik di kemudian hari.

Semi vegetarian diklasifikasikan berdasarkan jenis protein apa yang boleh dikonsumsi, misalnya :
  1. Pollo-Vegetarians , memakan produk ayam, namun tidak daging lainnya.
  2. Pesco-Vegetarians, hanya akan memakan produk ikan atau makanan laut lainnya.
  3. Lacto-Ovo-Vegetarians , mengkonsumsi susu, produk susu, telur (tetapi tidak makanan laut atau daging)
Makanan semivegetarian yang mengandung sumber protein yang cukup, yaitu yang mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia, misalnya
  1. Telur,
  2. Susu,
  3. Ikan,
  4. Produk ayam.
Sedangkan bagi para vegetarian total, untuk memenuhi kebutuhan asam amino esensial sebagai sumber protein yang diperlukan tubuh, diperlukan metode food combining yang mengkombinasikan protein nabati yang mengandung asam amino metionin dan yang mengandung lisin, Hal ini disebut mutual supplementation.

Makanan protein nabati yang mengandung metionin, misalnya
  1. kacang-kacangan,
  2. biji-bijian,
  3. padi-padian.
Makanan protein nabati yang mengandung lisin (leguminosa), misalnya
  1. ubi merah,
  2. melon yang berwarna oranye,
  3. coklat,
  4. alpukat.
Bagi vegetarian total, kekurangan vitamin B12 sering terjadi, karena vitamin B12 paling banyak didapat dari produk hewan. Dampak kekurangan vitamin B12 ini paling banyak terlihat bagi bayi yang disusui oleh bunda yang kekurangan vitamin B12.

Untuk mengantisipasi defisiensi vitamin B12 ini, para vegetarian total dapat mengkonsumsi suplemen vitamin B12 atau mengkonsumsi susu kedelai, ragi, dan serealia. Selain vitamin B12, suplemen besi, kalsium, dan zinc juga diperlukan bagi vegetarian total.

Semakin ketat diet vegetarian ini dan semakin muda usia anak dengan diet vegetarian total, maka peran konseling gizi makin diperlukan. Peran ahli gizi adalah untuk mendidik food combining untuk mencapai keseimbangan nutrisi pada vegetarian, terutama vegetarian total.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Sumber : Buku Ajar Pediatri Rudolf Vol 2 Ed 20

    You May Also Like

    0 komentar

    Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

    Recommended for You

    loading...
    Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.