Cara Cuci Muka Yang Salah Yang Mungkin Dilakukan

by - April 14, 2016

kesalahan dalam mencuci wajah

Blog dr.Dini - Bunda, apakah sudah yakin cara mencuci muka yang selama ini Bunda lakukan sudah benar. Simak yuk, cara cuci muka yang salah yang mungkin Bunda lakukan selama ini.

1. Tidak mencuci tangan dulu sebelum mencuci wajah.

    Tangan yang kotor dapat memindahkan kotoran, minyak, dan bakteri ke wajah Bunda. Mungkin kotoran tersebut tidak terlihat, namun ada baiknya kita mencuci tangan dulu sebelum mencuci wajah.

2. Memakai pembersih wajah yang tidak sesuai dengan jenis kulit.
 
Jenis kulit tiap orang berbeda-beda. Pembersih wajah yang memberikan hasil sempurna pada seseorang belum tentu pas untuk Bunda. Maka pilihlah pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit.

3. Air yang digunakan terlalu panas atau terlalu dingin.

Air yang digunakan terlalu panas ini akan menyebabkan hilangnya kelembaban dan minyak alami yang dihasilkan  oleh kelenjar minyak di wajah Bunda, sehingga kulit wajah mudah kering, mengelupas, dan terasa perih.        

Air yang digunakan terlalu dingin dapat mengganggu peredaran darah dalam pembuluh darah kecil (kapiler) wajah, menjadikan kapiler tersebut mudah pecah.
 
Air hangat adalah yang paling direkomendasikan karena air hangat yang paling mendekati dengan suhu tubuh kita.

4. Membasuh sabun pembersih pada wajah yang masih kering (belum dibasahi air).

   Produk pembersih wajah dapat mengiritasi wajah pada saat wajah dalam keadaan kering, dapat masuk, menutup pori, dan terjebak di dalamnya, sehingga pada saat membilas dengan air, akan sulit untuk menjangkau sabun yang 'terjebak' dalam pori tersebut.

5. Menggunakan handuk yang sama dengan yang dipakai untuk mandi.

   Pada saat kita mandi, sebagian kulit mati dari tubuh kita ikut terlepas. Ada yang terlepas ikut mengalir bersama kotoran pada saat kita mandi dan ada pula yang menempel pada kulit kita. Pada saat kita menggunakan handuk, sel-sel kulit mati itu pun menempel pada handuk.

Bila kita menggunakan handuk mandi kita untuk mengeringkan wajah, kemungkinan besar sel-sel kulit mati itu menempel pada wajah, akhirnya tanpa kita sadari wajah yang sudah dicuci akan dihinggapi oleh kotoran sel-sel kulit mati.

6. Menggosok wajah dengan handuk.

   Wajah yang basah dan lembab sangat lembut sehingga mudah terjadi iritasi bila kita menggosoknya dengan handuk. Untuk mengeringkan wajah yang basah, lebih baik kita menepuk-nepuk atau menekan-nekan perlahan wajah kita dengan handuk.

7. Sabun pembersih wajah masih tertinggal di wajah terutama area wajah yang berambut, sela hidung, bawah dagu, dan leher.

   Sabun pembersih wajah tersebut bisa menutup pori dan menyebabkan jerawat.

8. Sering mencuci wajah dalam sehari.

   Mencuci wajah yang dianjurkan adalah 2 kali dalam sehari, dan dapat ditambahkan setiap kita selesai bekerja dalam lingkungan yang berpolusi, di bawah terik matahari,dan berkeringat. Terlalu sering mencuci wajah dapat membuat wajah kita mudah kering dan mengelupas.

9. Eksfoliasi atau scrubbing lebih dari tiga kali seminggu.

   Menggunakan scrub sesering mungkin dapat merusak lapisan luar pelindung alami wajah (epidermis) dari efek racun lingkungan dan sinar matahari.

Jika lapisan pelindung ini rusak, maka kulit wajah akan lebih mudah dipengaruhi oleh efek buruk polusi lingkungan dan sinar matahari sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini. Demikianlah yang dikatakan oleh Dr.Ben Johnson,  Founder of Osmosis Pur Medical Skincare.

10. Gerakan lurus sambil menekan wajah saat mencuci wajah.

   Gerakan tangan saat mencuci wajah yang direkomendasikan adalah gerakan memutar (circular motion). 

Demikianlah, Bunda, cara cuci muka yang salah yang mungkin kita lakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
   

   

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.