Cara Agar Hipoglikemia Tidak Terjadi Saat Penderita Diabetes Berpuasa

by - April 15, 2016


puasa dan hipoglikemia

Web Bunda - Bunda, jika ada anggota keluarga yang mempunyai diabetes, pasti pernah mendengar istilah hipoglikemia. Apalagi saat berpuasa, hipoglikemia ini kerap terjadi pada diabetes melitus.

Hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah mencapai < 60mg/dL.

Gejala hipoglikemia  berupa gejala adrenergik (rasa lapar, gemetar, rasa lelah, banyak keringat) dan gejala neuroglikopenik (pusing, gelisah, penurunan kesadaran sampai koma).



Mengingat efek hipoglikemia yang dapat fatal, banyak para ahli yang tidak menyarankan untuk berpuasa pada Diabetisi dalam keadaan tertentu, namun banyak pula para ahli yang mempersilakan Diabetisi muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi Diabetisi tersebut agar ancaman hipoglikemia bisa diminimalisir atau ditiadakan.

Inilah Cara Agar Hipoglikemia Tidak Terjadi Saat Penderita Diabetes Berpuasa : 
                                                        
1. Sebuah penelitian dari Indian Journal  Endocrinology and Metabolism menyatakan bahwa penderita diabetes dengan terapi glibenclamide tidak diijinkan berpuasa. Kebanyaka  Diabetisi yang berpuasa menggunakan obat glimepiride, gliclazide kombinasi dengan metformin, glipizide kombinasi dengan metformin, metformin tunggal, atau metformin kombinasi dengan pioglitazone dan alpha glucosidase inhibitor.

Obat diminum di waktu sahur dan waktu buka puasa. Konsultasikan dengan dokter keluarga Anda mengenaihal ini agar Anda mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi Diabetes Melitus Anda, misalnya karena Anda harus cek kadar gula darah untuk mengetahui berapa dosis pemberian obat tersebut.

Dalam penelitian ini disebut pula bahwa mereka yang mengalami hipoglikemia adalah yang berusia >60 tahun, tidak makan sahur, dan kondisi-kondisi tertentu yang tanpa puasa pun Diabetisi tersebut sudah sering mengalami hipoglikemia.

2. Perlu diingat karena hipoglikemia dapat membahayakan jadi waspadalah bila terjadi gejala-gejala hipoglikemia tersebut. Untuk menghindari terjadinya hipoglikemia di siang hari, usahakan jadwal makan sahur mendekati waktu imsak, kurangi aktivitas fisik pada siang hari, bila beraktivitas dianjurkan pada sore hari.

3. Selama berpuasa Ramadhan, perlu dicermati adanya pergeseran jadwal makan, jumlah dan komposisi makanan disesuaikan dengan pergeseran jadwal makan tersebut. Misalnya minum air putih tetap harus 8-10 gelas per hari.

4. Diabetisi yang mendapat obat dosis tunggal ( satu kali dalam sehari) harus hati-hati pada pemberian OHO (obat hipoglikemik oral) dosis maksimal.

5. Bagi Diabetisi dengan OHO dosis terbagi (2 kali dalam sehari) , pengaturan dosis obat sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur.

6. Untuk Diabetisi dengan terapi insulin, dipakai insulin kerja menengah saat berbuka puasa saja. Waspadalah untuk terjadinya hipoglikemia untuk Diabetisi pengguna insulin.

Pemantauan yang lebih ketat dengan penyesuaian dosis dan jadwal pemberian. Bila masih terkena hipoglikemia maka puasa dihentikan. Terlebih lagi Diabetisi yang menggunakan terapi insulin dosis multipel, dianjurkan tidak berpuasa.

Untuk dapat mengecek kadar gula darah kapan pun diperlukan, sediakan alat cek gula darah Anda di rumah, jika Anda adalah seorang diabetes.

Demikianlah, Bunda, cara agar hipoglikemia tidak terjadi pada penderita diabetes yang berpuasa.

Salam sehat.


You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.