Buah Busuk Padahal Baru Dipetik. Kenapa?

by - April 15, 2016

buah busuk dari pohon

Web Bunda - Bunda, apakah Bunda pernah menemukan buah yang penampakan luarnya bagus ternyata busuk di bagian dalam, padahal buah tersebut baru saja dipetik dari pohon ?

Penyebab buah busuk di bagian dalam padahal kulit permukaan buah segar, sehat, tidak ada perlukaan, juga tidak memar (bonyok), bahkan pada buah yang baru saja dipetik adalah sebagian besar karena jamur (Fungi).
University of Nigeria, Enugu Campus, Nsukka, Nigeria and University of Oye, Eketi, Nigeria melakukan penelitian tentang Studies On Fungi Responsible For the Spoilage/Deterioration Of Some Edible Fruits And Vegetables yang dipublikasikan 24 April 2015.

Buah dan sayuran terpapar oleh mikroorganisme, terbanyak jamur, melalui kontak langsung dengan tanah, debu, air, tangan manusia pada saat petani memilih buah yang mana untuk dipetik atau pada saat dipetik, atau karena gigitan serangga.



Jamur ini mengeluarkan enzim litik (enzim pektinase dan enzim hemiselulase) ekstraselulernya untuk mempengaruhi keadaan dalam buah dan sayuran, yaitu dengan melepaskan air dan kandungan nutrisi dari buah, untuk menyokong pertumbuhan jamur tersebut. Akibatnya buah menjadi busuk di bagian dalam.

Kok, bisa ya, jamur bisa masuk ke dalam buah tanpa merusak bagian kulit buah?

Jamur itu melakukan tusukan kecil pada permukaan buah dengan memproduksi appressoria, sebuah struktur eksternal, sehingga jamur tersebut bisa masuk melalui kutikel lapisan epidermis buah.

Jamur juga bisa masuk ke dalam buah dengan mekanisme natural open stomata and lenticle yaitu seperti sebuah pintu yang dapat membuka dan menutup sendiri.

Diantara spesies jamur yang menyebabkan pembusukan pada buah adalah Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Rhizopus  oryzae, Mucor indicus, Candida albicans, Fussarium accuminatum, dan masih banyak lagi.

Infeksi jamur pada buah ini dapat infeksi yang laten (lama) jauh sebelum buah tersebut dipanen., disebabkan karena aplikasi zat fungisida pada buah tidak sesuai prosedur, buah kurang disirami, sentuhan tangan dari petani sebelum buah dipetik, dan gigitan serangga.

Infeksi jamur pada buah ini juga dapat terjadi setelah buah dipanen tergantung pada proses pemetikan, penyiraman, pembersihan, penyimpanan, dan pendistribusian.

Dalam hal ini hendaknya setelah buah dipetik, buah tetap dijaga agar tidak timbul perlukaan pada permukaannya, buah tidak ditekan sehingga memar atau bonyok, dan buah yang rusak segera dipisahkan.

Dalam proses pendistribusian, suhu panas yang terpapar pada buah juga bisa mènyebabkan buah menjadi rusak.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.



You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.