Berat Badan Ideal

by - April 11, 2016


Blog dr.Dini - Bunda, siapa sih yang tidak mau punya berat badan ideal? Di samping karena alasan estetika, yang pasti karena alasan kesehatan.

Berat badan ideal dapat diperhitungkan menurut indeks massa tubuh (IMT) dengan rumus :

IMT =
Berat Badan (Kg) ÷ Tinggi Badan (M) ÷ Tinggi Badan (M)

IMT < 18.5                 BB kurang
IMT 18.5-22.9           BB normal
IMT > 22.9                 BB lebih (overweight)
   IMT 23.0 - 24.9      BB lebih dengan risiko
   IMT 25.0 - 29.9      Obesitas I
   IMT > 29.9              Obesitas II

Misalnya BB 75 Kg dan TB  1.58 meter jadi IMT nya adalah 30.04. Maka tergolong Obesitas II.

Jika, Bunda mempunyai berat badan berlebih, jangan berkecil hati, selalu ada cara untuk mendapatkan berat badan ideal kita kembali. Kuncinya adalah komitmen!



Banyak cara yang ditawarkan untuk menurunkan berat badan, baik dengan cara terapi akupunktur hipnoterapi, obat-obatan, suplemen penurun berat badan, alat-alat pembakar lemak, atau sedot lemak (liposuction). Semua tergantung pilihan Bunda.

Namun cara paling klasik yang paling Saya sukai untuk mendapatkan berat badan yang ideal adalah pengaturan diet, aktivitas fisik (olahraga), dan terapi akupunktur.

Dengan cara alami ini secara otomatis kita me-manage diri kita untuk lebih disiplin tentang pola makan, baik dalam jumlah, jenis, dan waktu diet, sehingga dengan demikian kita dapat terus mendisiplinkan diri kita supaya berat badan ideal kita tetap terjaga.

Sementara akupunktur membantu menurunkan berat badan secara alami dan aman di samping program diet sehat dan olahraga.

Bagi pribadi yang sulit untuk mengatur pola makan diet, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis Gizi Klinik (Sp.GK).

Biasanya kita akan dianjurkan untuk memakan jenis makanan tertentu , mengatur waktu makan, dan mematuhi jumlah makanan yang harus kita makan, sesuai dengan keadaan tubuh kita. Cara ini sangat efektif bila kita benar-benar memiliki komitmen yang tinggi.

Meskipun begitu, tidak ada salahnya bila kita mencoba diet yang dianjurkan oleh ahli gizi, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Diet rendah kalori dan rendah lemak.

Porsi nasi dikurangi atau dikombinasikan dengan makanan lain yang proses penyerapannya lebih lama dibandingkan nasi, misalnya beras merah, gandum (oat meal).

Protein dari daging merah misalnya sapi, domba, kambing, dll atau dari unggas diganti dengan protein ikan. Karena di samping mengandung protein, daging merah dan unggas banyak mengandung lemak.

Sekedar sharing, Bunda, Saya pernah mengganti sarapan pagi saya dengan satu porsi oatmeal jam 7 pagi, jam 10 pagi saya sudah merasa lapar lagi, Saya makan buah-buahan saat itu. Saya makan siang dengan porsi biasa (tidak dengan porsi 'dendam' karena paginya tidak makan nasi), lalu jam  3 sore Saya makan buah-buahan lagi, Jam 5 sore Saya makan oatmeal dan tidak makan besar lagi setelah jam 5 sore. Jam 9 malam jika Saya merasa lapar, Saya akan menyiasatinya dengan makan buah-buahan.

Pada prinsipnya program diet yang sehat adalah program diet yang mengatur menu makanan sesuai dengan kebutuhan kalori Anda.

2. Perbanyak makan serat.

Di antara waktu makan ada baiknya Bunda mengganti makanan cemilan dengan buah dan sayur. Saya lebih suka memakan buah sebelum makan besar, karena di samping bisa mengurangi jumlah nasi yang saya makan, serat yang terkandung dalam buah bisa menghambat penyerapan lemak sehingga lemak bisa ikut ^keluar^ bersama serat tadi.

3. Kurangi garam dan gula.

Semakin banyak garam yang dikonsumsi semakin menambah berat badan.

Kenapa?

Karena garam menyerap air. Dan konsumsi gula 1 sendok teh saja sudah menambah sebesar 40 kalori, dan baru habis terbakar setelah kita melakukan treadmill 5 menit. Jadi mari ingat-ingat, berapa banyak kalori yang sudah Bunda tabung dalam tubuh tanpa melakukàn olahraga setelahnya.

4. Aktivitas fisik.

Ada banyak narasumber yang menganjurkan beberapa gerakan-gerakan olahraga untuk menurunkan berat badan, jadi Bunda tinggal memilih gerakan olahraga yang paling sesuai.

Karena pada prinsipnya adalah sama, pembakaran kalori supaya lemak tidak menumpuk dalam tubuh kita. Di kantor, kita bisa melakukan beberapa peregangan tubuh (stretching) atau menggunakan tangga saat istirahat menuju kantin. Bergeraklah sesering mungkin, bagaimana pun kecilnya.

5. Jangan tunda waktu makan.

Bila Bunda lapar, makanlah. Jangan tunda. Makanlah ketika Bunda lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.  Karena tubuh mempunyai daya pertahanan. Ketika Bunda menahan lapar, tubuh akan menerima sinyal 'kelaparan' dan mekanisme tubuh untuk melindungi kita dari kelaparan adalah memperlambat metabolisme pembakaran kalorinya sehingga cadangan energi selalu tersimpan.

Ketika Bunda makan kembali, dengan proses pembakaran kalori yang sudah melambat, justru cadangan energi dari makanan itu akan tersimpan lagi. Akibatnya semakin banyak kalori yang ditumpuk.

Bisakah Bunda bayangkan? Kalori masuk lebih banyak, cadangan disimpan lebih banyak, metabolisme melambat, dan jika Bunda kurang beraktivitas, maka dapat dipastikan diet kita akan gagal.

Bila sangat sulit untuk mencapai berat badan ideal maka konsultasikan kepada Dokter Ahli gizi, Dokter Ahli Akupunktur,atau Bunda mau coba terapi lainnya. Pilihan ada di pihak Bunda.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.