Atasi Jerawat Membandel dengan Terapi Akupunktur

by - April 14, 2016

akupunktur untuk terapi acne vulgaris, acupuncture jerawat, akupunktur acne

Blog dr.Dini - Jerawat yang merah meradang dan nyeri dalam bahasa medis disebut acne vulgaris. 

Acne Vulgaris sendiri mempunyai definisi penyakit radang kronis folikel pilosebaseus yang disertai dengan penyumbatan pori-pori kulit dan penimbunan sisa-sisa sel kulit mati (keratin). Acne vulgaris lebih sering dikenal sebagai jerawat yang membandel.

Jerawat sering muncul di area wajah, leher, punggung, dan dada.

Tanda jerawat adalah adanya komedo, papul (jerawat nasi), pustul (jerawat kecil berisi nanah), nodulus (jerawat yang besar yang sudah mengeras), dan kista (jerawat besar sekali isi cairan atau nanah).

Jerawat dapat disebabkan oleh hal-hal sbb.

1. KETURUNAN (GENETIK)

Biasanya seseorang yang mempunyai jerawat parah yang sulit diobati dengan krim jerawat, mempunyai riwayat keluarga yang sering mengalami jerawat membandel serupa.

60% dari orang yang mengalami jerawat parah mempunyai riwayat jerawat serupa pada orang tua atau saudaranya.

2. HORMONAL

Faktor hormon Androgen, 5 alfa dehidrotestosteron, yang paling banyak terdapat pada pria ini disebut-sebut mempunyai peranan pada timbulnya jerawat. Semakin tinggi tingkat hormon tersebut, semakin parah jerawat seseorang.

Hormon Androgen ini sebagian kecil terdapat pada wanita. Meskipun kadarnya lebih sedikit dibandingkan kadar hormon estrogen pada wanita, jerawat parah dapat muncul pada wanita.

Pada wanita, 60-70% akan mengalami jerawat lebih aktif pada kurang lebih 1 minggu sebelum haid. Karena pada saat haid kadar hormon estrogen dan progesteron menurun. Estrogen pada saat tertentu dapat menekan pertumbuhan jerawat.

Pada pria, juga terdapat hormon estrogen ini, hanya jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan wanita.

3. MAKANAN

Sebenarnya apakah makanan benar-benar berperan dalam pertumbuhan jerawat masih diperdebatkan oleh para ahli.

Namun jika dihubungkan saat seseorang makan makanan tertentu biasanya jerawatnya akan lebih aktif, meskipun faktor genetik dan hormonal perlu ditinjau kembali pada masing-masing orang.

Makanan yang diperkirakan dapat menimbulkan jerawat adalah :
  1. makanan berlemak,
  2. susu,
  3. coklat,
  4. telur,
  5. kacang-kacangan,
  6. keju, dll.
Lemak yang kadarnya tinggi dalam makanan akan memperbanyak kadar komposisi sebum (minyak yang dihasilkan oleh kelenjar sebasea di kulit).

Sedangkan makanan yang berkarbohidrat tinggi dapat mempertinggi susunan lemak pada permukaan kulit.

4. MUSIM

Pada negeri kita, daerah tropis, jerawat akan lebih aktif pada kondisi cuaca yang panas dan lembab. Sedangkan jerawat menjadi berkurang pada musim hujan.

Berbeda dengan negara dingin bersalju, pada daerah tersebut justru menimbulkan jerawat menjadi lebih aktif. Pada negara dingin, sinar matahari dapat memberikan efek eksfoliasi atau pengelupasan kulit yang menguntungkan bagi mereka yang mengalami jerawat.

5. PSIKOLOGIS

Faktor psikologis dikatakan mempunyai peranan pada munculnya jerawat. Seseorang yang stres akan mempunyai jerawat yang parah jika dibandingkan dengan seseorang yang relaks.

Kurang tidur menimbulkan seseorang mudah marah. Faktor emosional ini bisa berpengaruh pada kemunculan jerawat.

6. KOSMETIKA

Pemakaian kosmetika yang mengandung banyak minyak, seperti pelembab, sunblock, alas bedak, bisa menyumbat pori-pori dan mengiritasi kulit sehingga timbul jerawat.

Bahkan produk pembersih wajah pun bisa memicu timbulnya jerawat. Pilihlah produk pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Jangan sampai jika jenis kulit Anda berminyak, Anda memilih produk pembersih wajah yang banyak mengandung minyak.

Untuk produk sunblock semakin tinggi SPF akan semakin memicu jerawat. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda agar jerawat tidak muncul.

7. TEKANAN, GESEKAN PADA WAJAH

Adanya tekanan/gesekan pada wajah juga dapat memicu pertumbuhan jerawat, misalnya pemakaian topi, pemakaian masker, dll.

8 USIA

Jerawat terutama timbul pada masa pubertas, saat terjadi proses pematangan diri seseorang secara seksual dan psikologis. Ini berhubungan dengan faktor hormonal dan psikologis yang memicu timbulnya jerawat.

Akupunktur untuk terapi jerawat (acne vulgaris) dinilai efektif mengingat ini sudah evidence based medicine (sudah terbukti kebenarannya secara medis).

Akupunktur untuk terapi jerawat berfungsi untuk :
  1. memperbaiki kelainan kulit,
  2. melindungi kulit dari jerawat, dan
  3. menghilangkan sumbatan pori-pori wajah.
Akupunktur untuk terapi jerawat dilakukan selama 20 menit, 2 kali seminggu. Satu seri terapi 12 kali akupunktur untuk terapi jerawat.

Pada akupunktur untuk terapi jerawat, area yang diakupunktur bukan hanya area wajah saja namun titik-titik akupunktur di tangan dan kaki yang berhubungan dengan jerawat diakupunktur juga.

Akupunktur untuk terapi jerawat ini berfungsi lokal (pada wajah) untuk menghentikan peradangan jerawat, menstimulasi proses perbaikan kulit, dan menghilangkan penyumbatan komedo.

Akupunktur untuk terapi jerawat yang dilakukan pada titik-titik akupunktur di tangan dan kaki berfungsi untuk menstabilakan hormon, membersihkan "darah', mengurangi produksi minyak dari kelenjar sebasea kulit, menghilangkan stres, dan menimbulkan efek relaksasi.

Jika akupunktur untuk terapi jerawat ini dibarengi dengan perawatan kulit wajah, maka hasil yang diinginkan akan cepat dicapai.

Inilah artikel tentang Atasi Jerawat Membandel dengan Terapi AKupunktur. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.