8 Yang Sering Terjadi pada Bunda Pasca Melahirkan

by - April 03, 2016

Blog dr.Dini - Pasca melahirkan, Bunda dapat mengalami beberapa hal yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya. 8 yang sering terjadi pada bunda pasca melahirkan adalah sbb.

setelah melahirkan, post partum

1. KELELAHAN

Bunda yang melahirkan bayi akan langsung merawat bayinya. Meskipun banyak bunda yang menggunakan jasa babysitter, bila bunda tersebut menyusui, biasanya sang bunda akan memberikan asi kurang lebih tiap 2 jam sekali.

Kelelahan sering terjadi pada bunda pasca melahirkan bayi terkait kondisi fisik yang sedang dalam proses pemulihan kembali ke keadaan tubuh sebelum hamil, perubahan hormonal, aktivitas merawat bayi, kurang istirahat, dan pola diet yang kurang sehat.

2. KURANG TIDUR

Bunda bisa meminimalisir hal ini dengan tidur saat bayi tertidur. Namun kebanyakan bunda, apalagi tanpa ada orang yang membantu, melakukan aktivitas lain pada saat bayinya tertidur.

Tidur 8 jam sehari menyehatkan dan menyegarkan tubuh serta dapat mencegah terjadinya stres. Hal ini sangat diperlukan untuk bunda dalam merawat bayinya.

3. BABY BLUES

Menurut data yang dilansir oleh americanpregnancy.org, baby blues dapat terjadi 70-80% pada bunda yang baru melahirkan bayi.

Biasanya bunda yang mengalami babyblues akan sering menangis tanpa alasan saat sedang menghadapi bayinya, hilangnya kesabaran, perasaan bunda menjadi sangat sensitif akan hal-hal kecil, insomnia, sampai hilangnya konsentrasi.

Perubahan suasana hati yang begitu tidak stabil biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal. Biasanya babyblues akan hilang dengan sendirinya sekitar 14 hari kemudian setelah persalinan.
  
4. KONSTIPASI

Tingginya kadar hormon progesteron selama hamil dapat menyebabkan susah buang air besar atau konstipasi yang dapat terjadi setelah melahirkan.

Konstipasi yang dibiarkan lama dapat memicu timbulnya hemoroid atau wasir. Di samping akibat hormon progesteron, kebiasaan bunda pasca melahirkan juga mempengaruhi timbulnya konstipasi.

Sebagian bunda akan takut untuk buang air besar setelah melahirkan normal, terlebih lagi bunda dengan tindakan episiotomi. Sikap menunda untuk buang air besar akan mempermudah timbulnya konstipasi ini.
 
Untuk mencegah konstipasi, bunda harus segera bangun dan beraktivitas ketika sudah merasa cukup tenaga. Aktivitas ringan seperti berjalan pelan untuk mandi dapat membantu agar tubuh kita segera pulih.

Terlalu lama berbaring atau duduk akan memperlambat metabolisme tubuh sehingga saluran pencernaan bergerak lambat. Hal ini dapat memicu timbulnya konstipasi.

Diet tinggi serat, misalnya buah, sayur, makanan whole grains seperti oat, dapat membantu melunakkan faeces. Minum air 10 gelas sehari juga sangat membantu mencegah konstipasi.

5. HEMOROID / WASIR

Hemoroid terjadi akibat pelebaran pembuluh darah balik di rektum atau anus, dalam hal ini dapat disebabkan karena konstipasi berkepanjangan atau keadaan mengejan saat bersalin. Hemoroid juga dapat dialami setiap orang.
 
Hemoroid dapat berupa gejala buang air besar berdarah atau keluar seperti daging lemak berwarna pink dari anus. Hemoroid dapat nyeri atau gatal.

Hemoroid dapat sembuh sendiri namun pemberian obat topikal yang biasanya mengandung zat hidrokortison yang biasanya diresepkan dokter dapat mempercepat penyembuhannya.
 
Hemoroid dapat dicegah dengan cara mencegah konstipasi. Setelah melahirkan, hemoroid yang terjadi akibat mengejan terlalu keras dan lama , sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.

Biasanya suplemen zat besi untuk bunda nifas dapat menimbulkan konstipasi yang akhirnya memperparah hemoroid yang sudah terjadi.

6. NYERI PERUT BAGIAN BAWAH

Nyeri perut bagian bawah setelah melahirkan disebabkan oleh kontraksi rahim. Setelah persalinan, proses pemulihan rahim untuk kembali ke kondisi dan ukuran seperti sebelum hamil mulai terjadi.

Hal ini sangat wajar terjadi. Biasanya nyeri perut bagian bawah akan semakin terasa apabila bunda sedang memberikan ASI pada bayinya.

Proses pengisapan puting susu oleh bayi merangsang hormon oksitosin yang mengatur pengeluaran ASI dan merangsang kontraksi rahim. Itulah mengapa para bunda yang menyusui biasanya akan cepat pulih dalam masa nifasnya.
7. ANEMIA

Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin darah di bawah 10 g/dl. Anemia terbanyak pasca melahirkan adalah anemia defisiensi besi.

Anemia setelah melahirkan kerap terjadi akibat kadar Hemoglobin darah yang sudah rendah sebelum melahirkan terkait asupan gizi ibu hamil yang kurang adekuat, kehilangan banyak darah pada proses melahirkan apalagi pada persalinan lama atau dengan penyulit, serta kehilangan darah dan asupan gizi bunda pada saat nifas.

Pemberian suplemen zat besi pada saat hamil dan nifas dapat mencegah terjadinya anemia defisiensi besi.
 
Pada bunda yang overweight dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 28 kg/m2, risiko terjadinya anemia dua kali lebih besar. Hal ini terkait dengan tingginya angka kejadian perdarahan postpartum, kelahiran sectio caesaria, dan makrosomia (berat badan bayi di atas 4000 gram) pada bunda yang overweight.

8. BREAST ENGORGEMENT

Breast engorgement adalah pembengkakan payudara yang menyebabkan nyeri yang sangat akibat terlalu banyak terisi ASI. Hal ini terjadi biasanya 2-5 hari setelah bersalin dimana produksi ASI mulai terjadi pada saat bayi belum terlalu banyak mengkonsumsi ASI.

Lakukan terus kegiatan menyusui kapan pun bayi membutuhkannya dan kompres payudara dengan air hangat dapat mengurangi nyeri akibat pembengkakan. Lakukan juga perawatan payudara pasca melahirkan untuk menghindari timbulnya kembali keluhan ini.

Gejala ini biasanya hilang dengan sendirinya sejalan saat bayi mulai rutin untuk menyusui.

Inilah artikel tentang 8 Yang Sering Terjadi pada Bunda Pasca Melahirkan. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :



.


    

     

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.