6 Gejala Yang Sering Dirasakan Wanita Saat Menopause

by - April 13, 2016


Blog dr.Dini - Bunda, masa menopause adalah masa di mana wanita sudah tidak memiliki folikel indung telur (ovarium) yang tersisa dan disertai oleh kehilangan hormon estrogen,  sehingga wanita tersebut sudah tidak lagi mengalami siklus haid.

Menopause rata-rata terjadi pada umur 50-51 tahun namun sehubungan dengan percepatan penghabisan folikel dan penurunan fertilitas (kesuburan) pada wanita tersebut yang terjadi sekitar umur 37-38 tahun, masa menopause dapat terjadi lebih awal tanpa memandang umur wanita yang bersangkutan.

Berikut ini adalah 6 gejala yang sering dijumpai wanita saat menopause.



1. Terhentinya Siklus Haid (Amenorrea)

Gangguan pola haid, anovulasi (tidak adanya pelepasan sel telur dari indung telur ke saluran telur tuba falopii) , dan penurunan fertilitas, penurunan keluarnya darah haid atau justru malah banyak (hipermenore), frekuensi haid tidak teratur sesaat sebelum menopause terjadi , sampai akhirnya tidak haid sama sekali (amenore).

2.  Hot Flushes

Hot flushes atau perasaan panas yang hebat, kadang diakhiri dengan berkeringat banyak, dipandang sebagai ciri khas klimakterium yang dialami oleh sebagian besar wanita menopause.

Rasa panas ini bisa dimulai dari kulit kepala, leher, dan dada, dapat kemerahan secara mendadak. Hot flushes lebih sering terjadi pada malam hari yang menyebabkan wanita menopause sering terbangun dari tidurnya. Hot flushes ini juga sering terjadi saat stres.

3. Organ Kewanitaan Kehilangan Elastisitas

Karena kehabisan estrogen, organ kewanitaan kehilangan kolagen dan kemampuan untuk mempertahankan air sehingga menjadi tidak elastis dan mengerut.

4.  Emosi Tidak Stabil

Ketidakstabilan emosi ini akibat pola tidur yang buruk karena dampak dari hot flushes. Pada beberapa wanita, ada yang sangat sensitif terhadap perubahan hormonal pada tubuhnya, yang dapat mempermudah wanita jatuh pada keadaan depresi.

Meskipun menopause bukanlah penyebab utama terjadinya depresi, namun biasanya emosi yang labil dapat membaik dengan terapi hormon.

5.  Penyakit Alzheimer (Kepikunan)

Hormon estrogen melindungi sistem saraf pusat dalam berbagai mekanisme. Efek estrogen pada kognisi khusunya pada memori verbal. Saat menopause, wanita tiga kali lebih banyak yang menderita penyakit Alzheimer dibandingkan laki-laki.

6.  Osteoporosis

Tulang mempunyai aktivitas penyerapan (resorpsi) oleh sel osteoklas dan pembentukan (formasi) oleh sel osteoblas secara terus menerus.

Penuaan dan hilangnya estrogen menyebabkan aktivitas osteoklas berlebihan yaitu penyerapan tulang yang berlebihan (mobilisasi kalsium dari tulang ke serum/darah) sehingga massa tulang akan berkurang atau keropos.

Gejala terkait osteoporosis pasca menopause misalnya nyeri, penurunan tinggi badan, pergerakan terbatas, dan patah tulang tanpa sebab.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.




You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.