Membedakan Keputihan Normal atau Abnormal

by - April 01, 2016

keputihan, flour albus, vaginal discharges


Blog dr.Dini - Tahukah Anda bagaimana cara membedakan keputihan normal atau abnormal?

Keputihan atau yang disebut fluor albus atau leucorrhoea dapat terjadi normal pada wanita saat kehamilan, sebelum haid, setelah haid, sebelum dan setelah 'berhubungan', stres fisik, dan stres psikis.

Keputihan normal khas warnanya putih atau bening, tak berbau, tidak gatal, halus, jumlahnya tidak berlebihan atau tidak mengganggu (subjektif), dan terlihat di organ kewanitaan di daerah yang tergantung.

Organ kewanitaan secara normal didiami oleh berbagai mikroorganisme, antara lain Lactobacillus acidophilus, Difteroid, Candida.

PH normalnya sekitar 4 yang menghambat bakteri penyebab penyakit (patogen) tumbuh berlebihan. Pada keadaan tertentu keseimbangan ini terganggu dan menimbulkan keputihan abnormal.

Ada beberapa keputihan abnormal yang sering dialami wanita, diantaranya :

1. Membedakan Keputihan Normal atau Abnormal :Vaginosis Bakterial (VB)
 
Keputihan abnormal akibat vaginosis bakterial tipis, homogen, lengket, warna putih abu-abu, gatal, dan berbau amis. Keputihan bisa banyak sekali sampai sangat mengganggu. 

Penyebabnya adalah karena keseimbangan mikroorganisme di organ kewanitaan terganggu. Terjadi pertumbuhan bakteri patogen yang meningkat 10 kali atau lebih, kenaikan konsentrasi bakteri Gardnerella vaginalis, dan penurunan jumlah bakteri Lactobacillus.
 
HATI-HATI !
 
Segera berobat ke dokter bila mengalami Keputihan abnormal akibat VB karena :
  • VB dapat meningkatkan terjangkitnya dan penularan HIV.
  • VB meningkatkan terjadinya radang panggul.
  • VB sering dijumpai pada wanita dengan KB IUD (spiral/AKDR).
  • VB dapat meningkatkan infeksi organ kewanitaan lainnya seperti infeksi klamidia, infeksi gonorea (GO), dan berhubungan dengan kelahiran prematur.

2. Membedakan Keputihan Normal atau Abnormal : Vaginosis Trikomonas
 
Keputihan abnormal akibat vaginosis bakterial berwarna kuning hingga hijau, berbusa, bau busuk, lengket, gatal, kadang nyeri saat buang air kecil, makin lama makin banyak. 

Penyebabnya adalah infeksi protozoa Trichomonas vaginalis yang menular lewat seks.

PENTING !

Jangan berganti handuk dengan siapapun karena bakteri ini dapat bertahan dalam handuk basah. 
 
3. Membedakan Keputihan Normal atau Abnormal : Candidiasis Vaginalis
 
Keputihan abnormal akibat Candidiasis vaginalis berwarna putih, pekat seperti keju, tidak berbau, kadang makin lama makin banyak, gatal, atau terasa panas.

Penyebabnya adalah infeksi jamur Candida albicans yang merupakan penghuni ms.V normal (flora normal).

Candidiasis vagina bukan termasuk infeksi menular seksual. Infeksi ini sering terjadi pada wanita hamil (karena perubahan hormon), obesitas, terapi antibiotika spektrum luas, diabetes mellitus, dan penurunan daya tahan tubuh (misalnya HIV).
 
PENTING !

Keputihan abnormal karena kandidiasis vagina pada wanita hamil bila makin memburuk dapat menyebabkan kandidiasis oral pada mulut bayi.  Sebaiknya periksakan ini pada dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana membedakan keputihan normal atau abnormal.

Penyakit infeksi di atas disebut juga penyakit radang pada ms.V.

Selain itu, ada pula penyakit radang pada organ kewanitaan yang lebih dalam lagi seperti radang pada serviks uteri (leher rahim), radang pada korpus uteri (rahim), yang menimbulkan gejala keputihan abnormal juga, namun pada penyakit ini didapatkan pula gejala selain keputihan, misalnya perdarahan pascasanggama, tidak tunggal hanya keputihan saja.

Inilah info tentang cara membedakan keputihan normal atau abnormal. 

Semoga bermanfaat.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.