Gejala PMS : Pre Menstrual Syndrome

by - April 01, 2016

gejala PMS

Blog dr.Dini - Kita sering mendengar istilah PMS. Ketika wanita berubah menjadi tidak stabil emosinya di saat tertentu, mungkin juga disebabkan karena PMS ini.

PMS atau Premenstrual Syndrome, biasa juga disebut Premenstrual Tension adalah gabungan dari gejala-gejala fisik dan psikologis yang terjadi selama fase luteal siklus menstruasi (masa sebelum menstruasi dimulai) dan menghilang setelah menstruasi dimulai.

Angka kejadian PMS pada perempuan sebelum menstruasi dimulai adalah 25%-100%. Bagi kebanyakan perempuan, gejala PMS ini hanya menjengkelkan dan tidak secara nyata mengganggu aktivitas mereka.

Namun sekitar 10-15% perempuan mengalami kesulitan yang serius akibat PMS ini.

Beberapa Gejala Sindrom Premenstruasi yaitu :
  1. Gejala Fisik berupa perut kembung, timbulnya jerawat, intoleransi terhadap alkohol, payudara membesar dan lunak, konstipasi atau diare, sakit kepala/migrain, berat badan bertambah.
  2. Gejala Psikologis berupa kecemasan berlebihan, perasaan depresi, perasaan berubah menjadi sensitif, letih, nafsu makan bertambah, konsentrasi menurun, timbulnya permusuhan, mudah tersinggung, insomnia, lelah, perasaan tidak stabil, serangan panik, paranoia, ingin menyendiri.
Perempuan yang didiagnosa dengan PMS biasanya mengalami gejala-gejala yang sama dalam kurun waktu 2-3 bulan. Gejala PMS ini dapat dimulai sejak pertama kali mendapatkan haid yang makin lama makin berat atau setelah melahirkan anak.

PMS yang berkepanjangan tidak bisa diabaikan karena dapat berpengaruh dalam hubungan interpersonal, keretakan rumah tangga, hubungan ibu dan anak, dan lingkungan sosial. Konsultasikan hal ini pada dokter ObGin Anda untuk mendapatkan pengobatannya.

Tujuan utama pengobatan PMS yang sudah mengganggu adalah meredakan gejala-gejala yang timbul sedapat mungkin.

Olahraga teratur, mengubah pola makan, mengurangi konsumsi garam, menghindari kafein dan alkohol, dilaporkan sangat membantu menghilangkan gejala PMS yang mengganggu.

Dukungan emosional dari lingkungan sekitar juga ikut berperan membantu perempuan meredakan gejala PMS nya.

Sudah banyak teori-teori tentang penyebab PMS ini meliputi :
  1. kekacauan hormonal estrogen dan progesteron, 
  2. perubahan produksi hormon ovarium (indung telur), 
  3. perubahan efek hormon steroid ovarium terhadap Sistem Saraf Pusat, dan 
  4. perubahan sintesis serotonin pada fase luteal (masa sebelum haid).
Meskipun demikian,penyebab PMS ini tidak diketahui.

Inilah Gejala PMS : Pre Menstrual Syndrome. Semoga bermanfaat.😉


Referensi :
Kathleen Branson Hillegas, RN, MS, PhD
Associate Professor Maternal and Child Health
Eastern Michigan University




  

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.